Fun Fact - Banyak orang yang menganggap kegagalan pasti akan terjadi, namun kegagalan itulah yang akan memotifasi seseorang untuk belajar dari kesalahan tersebut, sehingga pada akhirnya bisa mencapai "kesuksesan".
“Berani Gagal” berarti “Berani Belajar”
Setiap kegagalan adalah pelajaran yang mendorong seseorang
untuk mencoba pendekatan baru yang belum pernah dicoba sebelumnya. Bagi mereka,
“Berani Gagal” berarti “Berani Belajar”. Dengan gagal dan
belajar, seseorang dapat tumbuh menjadi orang yang lebih baik dan belajar
bagaimana menciptakan apa yang diinginkan. Walaupun kehilangan kekayaan materi
yang telah mereka peroleh, mereka tahu bagaimana menciptakan semua kekayaan itu
lagi. Pelajarannya tidak pernah hilang. Sebaliknya, mereka yang tidak pernah
mengalami perjalanan yang sulit dan menemukan kekayaan dengan mudah, tidak akan
tahu bagaimana menciptakan kekayaan ketika mereka kehilangan. Dengan kata lain,
mereka yang tidak gagal tak akan tahu kekayaan sejati. Dengan mengalaminya
terlebih dahulu maka akan terasa betapa nikmatnya suatu keberhasilan.
Ada banyak pembahasan tentang tips menghadapi kesuksesan.
Billy P.S. Lim, motivator kelas dunia yang berbasis di Malaysia, pernah menanyakan
kepada peserta trainingnya tentang satu masalah menarik. ”Mengapa orang akan
tenggelam apabila jatuh ke dalam air?”
Berbagai jawaban diberikan tetapi yang paling sering ialah
”Dia tak dapat berenang.” Yang hadir heran, karena Lim menyalahkan jawaban itu.
Yang hadir mengira, Lim bercanda. Untuk meyakinkan mereka, Lim memberi contoh
kejadian orang tenggelam di air sedalam tiga inci. Akhirnya, ia memberitahu
jawabannya, yang akan ia berikan kepada Anda sekarang. Kami kutip pendapat Lim:
”Orang tenggelam karena dia menetap disitu dan tidak menggerakkan dirinya ke
tempat lain.”
Menghadapi Risiko
Menghadapi risiko adalah gabungan kerja keras, kecerdikan,
kehati-hatian, kecermatan membaca peluang dan kesiapan menghadapi kegagalan
maupun keberhasilan. Happy ending adalah sebuah pilihan untuk menghasilkan
keberhasilan. Ini dicapai, tentu setelah melewati keberhasilan demi
keberhasilan kecil, seperti keberhasilan menyingkirkan kesulitan dan bahaya.
Proses ini dibangun dari kesungguhan melahirkan segenap potensi diriseseorang.
Dengan begitu, ia mengubah “kekalahan menjadi kemenangan”, sebuah proses yang
kecil peluang pencapaiannya tanpa kesiapan mental menghadapi kegagalan. Kalau
Anda termasuk yang tidak siap gagal, lebih baik jangan meniti jalan ini.
Bahkan, mengimpikannya saja, jangan!
Gemerlap Materi
Pada komunitas bahkan kehidupan sosial yang serba benda
(materialistis), lebih banyak memperoleh penilaian tinggi. Sebaliknya, siapa
pun mengalami kegagalan, sudah mendapat stempel sosial sebagai manusia yang
kehilangan harga. The looser dunia usaha, sering menjadi figur yang menghadapi
titik balik sikap sosial terhadapnya. Dulu, saat masih jaya, ia banyak rekan
dan teman, setelah gagal dalam usahanya, hampir semua rekan yang dulu
mendukungnya, menebar senyum ramahnya, bahkan mengajak bermitra, hilang sudah!
Akibat cara pandang seperti ini, banyak wirausahawan yang traumatik terhadap
kegagalan. Semua pihak harus mengubah sikapnya: doronglah masyarakat menjadi
pihak yang turut membangun keberanian banyak orang untuk respek terhadap ikhtisar
orang meraih keberhasilan dalam bisnis. Gagal atau berhasilan, bukan menjadi
satu-satunya alasan menghargai atau meremehkan. Dalam setiap kegagalan selalu
ada pelajaran berharga. Orang bijak berkata, ”sukses hanya akan terjadi jika
sudah melewati tangga kegagalan.”


0 Response to "Hadapilah Kegagalan dengan Bijak "
Post a Comment